Oleh Isbedy Stiawan ZS
ADALAH Medan, Sumatera Utara, pertama kali menggagas pertemuan penyair nusantara. Dengan menggunakan istrilah Gathering dan diembeli international (?). Tahun kegiatan dalam catatan ini tidak saya terakan. Alasannya: lupa.
Acara di Medan, yang pertama, cukup ramai. Dari Malaysia, hadir S.M. Zakir. Hasil sidang diputuskan. Kegiatan ini menjadi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN). Bukan untuk menyaingi PSN (Pertemuan Sastrawan Nusantara) yang sudah lebih dulu dan lama.
Selain Malaysia, hadir pula para penyair dari Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan. Setelah Medan, PPN bergeser ke daerah Jawa – untuk PPN ke 2, saya tidak hadir. Selepas acara di Jawa (saya lupa nama daerahnya), Malaysia jadi tuan rumah. Seingat saya ketua pelaksana adalah S.M. Zakir. Saya hadir di PPN 3 Malaysia ini.
PPN di Malaysia ini lebih ramai dan riuh. Selain diskusi juga pembacaan puisi di tempat keramaian, saya menilai PPN di Malaysia terbilang sukses. Saat itu, peserta mendapat fasilitas penginapan dan makan, serta tur wisata.
Dari Malaysia menuju Palembang, Sumatera Selatan. Penajah adalah Dewan Kesenian Sumsel. Adalah Anwar Putra Bayu yang berperan besar menyukseskan PPN 4 Sumsel ini. Para penyair difasilitasi penginapan, makan, antologi puisi, dan lainnya. Para kurator, pemakalah, dan pengisi acara (baca puisi) diberi sagu hati, selain transportasi. Artinya peserta gratis, tis!
Hal sama saat PPN digelar di Banten. Seluruh peserta PPN mendapat fasilitas penginapan, makan, dan wisata.
Di Banten, ditaja Dewan Kesenian Banten (DKB). Kala itu ketuanya Chavchay Syaifullah yang merangkap ketua panitia PPN, terasa kian semarak. Baik sesi diskusi, lebih-lebih panggung (baca) puisi.
Panggung puisi menampilkan sejumlah penyair yang performa artnya baik selama ini sehingga menarik sebagai tontonan. Saling “olok” dan “tawa” membuat suasana jadi tak tegang. Seakan menyaksikan panggung lomba/sayembara baca puisi saja.
Lalu, PPN ke Brunei. Saya juga hadir, dan salah satu pembicara. Di Brunei juga saya kira helat PPN ini sukses. Zefri Arif menjadi mesin suksesnya PPN di Brunei.
Ketika PPN berlangsung di selatan Thailand dihelat, saya tak hadir karena bersamaan saya di Belanda; sepanjang November 2015.
Sampai di sini, karena tak tercatat semua dalam ingatan saya, rasanya inilah yang bisa saya paparkan.
Kita tunggu dan nikmati PPN di Malaysia, Oktober nanti. Tentu berharap lebih heboh!
Lampung, 6 September 2023
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
Post Comment
created with